##########http://android888.blogspot.com#######
Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Jalan Kaki Terbukti Membuat Otak Berkembang Jadi Lebih Pintar

Written By komentar on Wednesday, February 19, 2014 | 1:04 PM

Udara bersih dan indahnya pemandangan biasanya menjadi sebagian alasan untuk berjalan kaki. Namun, hasil penelitian terbaru mengungkapkan bahwa berjalan kaki juga membuat otak Anda berkembang.
 
Para ilmuwan mengatakan bahwa berjalan kaki cepat secara aktif tiga kali sepekan meningkatkan ukuran hippocampus, pusat memori di otak, yang area utamanya bisa dihancurkan oleh penyakit Alzheimer.
 
Untuk studi ini, seperti dikutip situs Daily Mail edisi 18 Februari 2014, para ilmuwan meminta 120 pria dan wanita berusia 55 tahun hingga 80 tahun untuk berjalan cepat selama 40 menit sebanyak tiga kali seminggu.
 
Biasanya ukuran otak mengecil seiring bertambahnya usia. Akan tetapi, pemindaian yang dilakukan setelah setahun riset ini berjalan menunjukkan bahwa bagian utama otak para partisipan, termasuk hippocampus, mengalami pertumbuhan dua persen. Demikian diungkapkan dalam pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science di California.
 
Menurut para peneliti, pertumbuhan itu memerlukan waktu dua tahun usia perkembangan otak, sebuah perubahan yang dikatakan sebagai perkembangan yang luar biasa. Ini juga dibandingkan dengan kelompok lain yang diminta untuk melakukan serangkaian olahraga ringan selama satu tahun dan menunjukkan penurunan ukuran otak di bagian yang sama, sekitar 1,5 persen.
 
Ketua peneliti, Kirk Erickson dari University of Pittsburgh, mengatakan tak perlu aktivitas fisik yang sangat besar untuk melihat perubahan ini. “Hal ini tampak seperti kegiatan yang moderat, tetapi membalikkan usia biologis untuk dua tahun,” katanya.
 
Erickson menjelaskan meskipun olahraga bukanlah peluru magis untuk melawan demensia, tetapi menjadi salah satu cara untuk menjaga agar memori tetap tajam. “Kebanyakan orang masih mempunyai kebiasaan tidak aktif dan sangat sulit untuk meminta orang bergerak,” ujar dia.
Aktivitas fisik, kata Erickson, merupakan salah satu pendekatan positif yang penting untuk mempengaruhi kesehatan kognisi otak di usia dewasa lanjut dan melalui jangka hidup. Dikatakan bahwa kombinasi antara aktivitas fisik dan olahraga mental seperti memecahkan teka-teki merupakan hal yang bermanfaat juga.
 
sumber :
1:04 PM | 0 comments | Read More

Facebook dan Twitter Membuat Pengusaha Merugi Milyaran Karena Pegawai Jadi Malas Kerja

Written By komentar on Saturday, February 8, 2014 | 6:52 PM

Para pegawai yang membuang-buang waktu dengan menggunakan Facebook, Twitter dan laman lain jejaring sosial membuat para pengusaha Inggris rugi miliaran poundsterling, demikian hasil penelitian baru.
 
Jejaring tenaga kerja Inggris, MyJobGroup.co.uk menyatakan lembaga itu melakukan jajak pendapat terhadap 1.000 pekerja Inggris dan mendapati bahwa hampir enam persen atau 2 juta dari 34 juta tenaga kerja di negeri tersebut menghabiskan waktu lebih dari satu jam per hari di jejaring sosial sewaktu mereka di tempat kerja.
 
Jumlah itu naik jadi lebih dari satu per delapan dari seluruh hari kerja mereka.
“Hasil kami secara jelas memperlihatkan bahwa tenaga kerja di Inggris menghabiskan makin banyak waktu sewaktu di tempat kerja untuk mengunjungi jejaring media sosial, yang tanpa diketahui, dapat memiliki dampak negatif pada produktivitas banyak perusahaan di seluruh negeri ini,” kata Direktur Pelaksana Myjobgroup.co.uk Lee Fayer dalam satu pernyataan mengenai hasil survei tersebut sebagaimana dikutip Reuters Life!
 
MyJobGroup.co.uk menyatakan hilangnya jam kerja di Facebook, Twitter dan jejaring lain media sosial dapat berpotensi membuat Inggris menderita kerugian sampai 14 miliar pound (22,16 miliar dolar AS).
 
Penelitian itu memperlihatkan lebih separuh dari seluruh tenaga kerja di Inggris –55 persen– mengaku mereka mengakses profil media sosial di tempat kerja, dan banyak menghabiskan waktu sangat banyak untuk ngobrol dengan teman, mengirim pesan, menambah foto dan video, serta memperbarui profil mereka. Akibat ulah mereka, produktivitas perusahaan mengalami pukulan.
Kendati memiliki dampak negatif pada bidang ekonomi di tengah pemulihan yang masih rapuh, banyak pekerja yang ditanyai membantah adanya dampak negatif media sosial pada efisiensi mereka.
Hanya 14 persen responden mengakui jadi kurang produktif akibat media sosial dan 10 persen bahkan mengaku media sosial “membuat mereka lebih produktif”.
 
Terlebih lagi, masih ada penentangan luas terhadap pelarangan akses ke jejaring sosial di tempat kerja. lebih dari dua-pertiga (68 persen) menyarankan suatu bentuk akses selama jam kerja. Hanya sepertiga mengingini laman seperti Facebook, Twitter, Flickr dan YouTube dilarang selama jam kerja. Itu memperlihatkan bertambahnya kepentingan media sosial bagi kehidupan rutin setiap hari dan penentangan luas jika aksesnya dibatasi.
 
“Meskipun kami tentu saja tak ingin membunuh kegembiraan, orang yang menghabiskan waktu lebih dari satu jam kerja per hari di Facebook dan Twitter sangat menghambat upaya perusahaan untuk mendorong produktivitas, yang lebih penting daripada sebelumnya mengingat rentannya kondisi ekonomi kita,” kata Fayer.
 
“Semua perusahaan harus berusaha sebaik mungkin untuk memantau penggunaan laman jejaring sosial selama jam kerja dan memastikan bahwa pegawai mereka tak menyalah-gunakan kebebasan akses ke semua laman itu,” katanya.
6:52 PM | 1 comments | Read More

7 langkah Jitu Mengusir Stress Dengan Cepat

Rasa tertekan yang tingkatnya kecil pada dasarnya bisa ditangani dengan mudah. Namun, apabila berbagai pengaruh stres kecil tersebut bergabung menjadi satu dan tertanam dalam waktu lama, maka itu akan berpengaruh pada kesehatan fisik, mental, serta emosional Anda.
Bagaimanakah langkah jitu untuk mengurangi atau menghalau stres? Berikut adalah tips yang diberikan psikolog Ainy Fauziah :
 
1.Sediakan “Me Time” atau waktu untuk diri sendiri
Sesekali sedikit “melarikan diri” dari segala problema hidup tidak masalah. Coba deh rehat sejenak dari segala kesibukan demi mencari “me time” Anda. Ada baiknya gunakan baik-baik akhir pekan Anda untuk melakukannya.
Nikmati momen-momen ini dengan memutar beberapa lagu favorit, aroma-aroma nikmat, membaca buku atau bersantai seharian di atas tempat tidur juga diperbolehkan kok. Sebaiknya sejenak menghindari diri dari televisi, e-mail, pesan suara, mesin faksimili, hingga telepon genggam, kalau perlu. Tujuannya adalah menghindari kelebihan beban informasi yang telah didapat selama hari kerja, sebab kebanyakan informasi bisa juga menimbulkan stres di kepala.
 
2.Niatkan untuk selalu bahagia dalam diri Anda
Selalu pegang terus apa yang menjadi kebahagiaan di dalam diri Anda meski terkadang pada hal-hal sepele. Seperti berkegiatan berkebun, menjahit, mengamati hewan, mendaki gunung, bersepeda, melukis, menulis, menjahit, berkebun, fotografi, pokoknya yang akan selalu membuat Anda bahagia saat melakukannya.
 
3.Menjauhkan Perasaan Tertekan
Seminggu bekerja sering mebuat Anda merasa tertekan dengan deadline, rapat atau masalah pekerjaan yang membebani Anda. Tidak menjadi pekerjaan utama tidak masalah, tapi paling tidak hilangkan atau menjauhkan perasaan tertekan supaya bisa sedikit terangkat ketika melakukan apa yang menjadi gairah hidup Anda. Kegiatan ini penting dilakukan karena terbukti mampu meningkatkan suasana hati, menurunkan tekanan darah, hingga tidur lebih nyenyak di malam hari.
 
4.Menjadi Diri Sendiri
Kadang bukan hal yang salah untuk menjadi diri sendiri meski harus bersikap seperti anak kecil. Mulai sering menyanyi atau bicara sendiri, suka bermain ular tangga, atau tiba-tiba ingin ikut bermain bersama anak, lakukan dan jangan pernah ragu karena ketika menjadi anak kecil kita merasa damai dan tidak harus bersikap orang dewasa yang terbiasa mengamati masalah dengan analisa yang membingungkan.
 
5.Belanja atau Membeli Sesuatu yang Disukai.
Dengan berbelanja, pergi ke bioskop untuk menonton film, pergi ke salon untuk sekedar melakukan perawatan tubuh, membeli peralatan sepeda gunung, menjadipenyanyi sejenak dengan datang ke tempat karoke. Pokoknya hal-hal yang membuat Anda bahagia dan tidak membebani pikiran.
 
6.Berkunjung atau Berkumpul dengan Orang Tercinta.
Seringkali waktu yang panjang karena bekerja membuat Anda tidak punya waktu untuk bercengkrama atau sekedar berkumpul dengan orang lain, istri, suami, anak, orang tua, keluarga, teman dekat dan sebagainya. Dalam Islam dikenal dengan silaturahmi yang bermakna luas untuk kebahagiaan, kesejahteraan dan hal-hal yang poistif dalam kehidupan Anda.
 
7.Melakukan Kegiatan Sosial.
Bisa berkunjung ke panti asuhan, panti jompo, ikut kerja bakti di sekitar rumah, terlibat dalam aksi bantuan sosial atau mendatangi acara pengajian atau keagamaan. Dengan aktivitas ini melatih kembali rasa syukur kita kepada Sang Pencipta dan bahkan akan menjadi alarm bahwa ternyata ada masalah orang lain yang lebih sulit toh bisa menikmati dan tidak
menjadi stres. Rasa bersyukur bahwa Anda jauh lebuh beruntung dari orang lain.
 
Warga Jakarta yang terbiasa dengan aktivitas dan kesibukan pada waktu atau jam-jam yang padat sebaiknya berhati-hati agar tidak stres.
 
Psikolog Ainy Fauziah menilai stres merupakan penyakit massal warga Jakarta. “Bahkan stres masih membuntuti hingga akhir pekan. Sebaiknya sih, jangan stres di akhir pekan,“ katanya saat dihubungi, Jumat, 12 April 2013. Apabila stres masih membuntuti, Anda harus berkeras hati untuk menghalau, mengusir, dan mencari solusinya.
 
Ainy, yang juga berprofesi sebagai motivator ini, menjelaskan banyak faktor pemicu stres warga Jakarta. Misalnya jalanan padat merayap, polusi udara, cuaca tidak menentu, kemacetan, dan kesemrawutan. “Alhasil stres akan menjadi momok menakutkan,” ujar dia.
 
Banyak lagi faktor yang bisa berdampak tingginya tingkat stres seseorang. Semua bermula pada hal-hal kecil seperti lupa mematikan listrik atau air PAM, lupa memberikan uang jatah belanja istri dan uang jajan anak-anak di rumah, telepon seluler yang ketinggalan, dan masih banyak lagi.
 
Perasaan tertekan ini bisa ditemukan di mana saja, entah itu di rumah, di kantor, di sekolah, di pusat perbelanjaan, hingga di perjalanan. Hidup pun menjadi kurang “berbumbu” kalau tidak berhadapan dengan stres. Intinya, rasa tertekan ini bisa menyerang dalam berbagai cara. Ini berarti, kata Ainy, Anda harus mengontrol dan menaklukkan semuanya sebelum menjadi depresi. “Apabila dibiarkan, stres bisa menjalar ke berbagai area hidup. Ingat semua penyakit serius seperti kanker, jantung, dan stroke bermula dari tingginya tingkat stres seseorang,” kata dia.
6:46 PM | 0 comments | Read More

Menulis Diatas Kertas Ternyata Membantu Memahami Ide dan Konsep Yang Rumit

Menulis di kertas, bukan mengetik di komputer, ternyata memperkuat daya ingat dan kemampuan memahami ide dan konsep yang rumit. Menurut penelitian terbaru yang dimuat di jurnal Psychological Science, mencatat dengan pulpen dan kertas, lebih meningkatkan kualitas belajar dibandingkan menggunakan laptop.
 
Penelitian itu juga menyimpulkan bahwa menulis merupakan strategi yang lebih baik untuk menyimpan dan memahami ide dalam waktu yang panjang. Selain itu, para peneliti mendapati bahwa menulis dapat menguatkan proses belajar yang tak dapat disamai dengan mengetik. Penelitian tersebut dilakukan psikolog dari Princeton dan Universitas California, Los Angeles, Pam Mueller dan Daniel Oppenheimer. Mereka menguji efek menulis catatan pada mahasiswa dalam dua seri percobaan.
 
Dua kelompok mahasiswa diminta mendengarkan materi kuliah dari dosen yang sama. Mereka diperbolehkan menggunakan semua strategi untuk menyimpan hal-hal penting di perkuliahan. Satu setengah jam kemudian, partisipan diuji soal materi kuliah itu.
 
Hasil studi menunjukkan, mahasiswa yang menggunakan laptop “miskin” soal ide dan konsep. Mahasiswa yang menggunakan laptop cenderung lebih banyak menghasilkan catatan, tapi lebih berupa menyalin persis kata demi kata (verbatim) alias “transkrip tanpa otak”.  “Hal ini yang menghilangkan manfaat dari mencatat.” . Sementara itu, mahasiswa yang menulis dengan tangan jauh lebih baik dalam kualitas belajar. Penelitian itu menunjukkan bahwa menulis merupakan strategi yang lebih baik untuk menyimpan dan mengendapkan ide dalam kurun waktu lama dibandingkan dengan mengetik.
 
Studi sejenis yang dipublikasikan Intech menemukan bahwa menulis dengan tangan memberikan kesempatan kepada otak untuk menerima umpan balik. Hal tersebut tidak terjadi jika orang menggunakan papan ketik (keyboard). Pergerakan saat menulis dengan tangan “meninggalkan memori (daya ingat) pada bagian sensormotor otak” yang membantu orang mengenal huruf dan membangun hubungan antara membaca dan menulis.
 
Masih berpikir bahwa sekolah sekolah yang mengharuskan muridnya memiliki laptop untuk belajar adalah baik?
6:40 PM | 0 comments | Read More

Guru dan Ramalan McKinsey

Written By komentar on Sunday, November 18, 2012 | 1:55 PM


Guru dan Ramalan McKinsey

Oleh : Ibnu Hamad
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud

Dari dua minggu terakhir September 2012 hingga minggu pertama Oktober 2012, ramalan McKinsey & Co banyak menghiasi media massa di tanah air. Maklumlah, dalam laporannya bertajuk The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia's Potential, McKinsey menyebutkan pada tahun 2030 ekonomi Indonesia akan menempati posisi ke-7 Ekonomi Dunia mengalahkan Jerman dan Inggris.
Menurut McKinsey, terdapat sejumlah indikasi Indonesia menjadi negara besar. Untuk 2012 ini, skala ekonomi Indonesia menempati posisi 16 besar dunia dengan pertumbuhan yang relatif stabil, yaitu sekitar 6,5% setiap tahun. Indonesia juga mampu melewati masa krisis ekonomi yang melanda dunia. Indikasi lainnya, Indonesia mampu meningkatkan jumlah investasi asing dalam beberapa tahun terakhir, sebagai misal US$ 20 miliar pada tahun 2011 dan proyeksi sebesar US$ 28 miliar untuk tahun 2012.
Pada tahun 2030 itu perekonomian Indonesia akan ditopang oleh empat sektor utama yaitu bidang jasa, pertanian dan perikanan, serta sumber daya alam. Ekonomi Indonesia juga akan terus tumbuh dengan didorong oleh kekuatan regional. Dalam 15 tahun ke depan, 1,8 miliar orang kelas konsumsi di dunia sebagian besar akan berada di Asia.
Pada saat itu, kata McKinsey pertumbuhan jumlah masyarakat kelas menengah Indonesia juga akan meningkat dari 45 juta orang pada tahun 2012 menjadi 90 juta orang pada 2030. Daya beli mereka juga signifikan karena pendapatan bersihnya diperkirakan sebesar US$ 3.600 per tahun. Terbayanglah, saat itu Indonesia akan menjadi negara yang makmur.
Peran Guru
Banyak kalangan yang optimis dengan ramalan McKinsey ini, terutama dari kalangan pemerintah. Namun mereka juga sadar bahwa untuk mencapai kesuksesan itu Indonesia membutuhkan banyak tenaga ahli dan kaum wirausahan.
Kenyataan, hingga tahun 2012 ini Indonesia masih sangat kekurangan tenaga ahli. Indonesia membutuhkan sekitar 25 ribu insinyur dan ribuan teknokrat. Padahal tenaga ahli ini sangat diperlukan untuk mengolah sumber daya alam, mengembangkan pertanian dan perikanan serta melaksanakan usaha di bidang jasa yang menjadi penopang masa depan ekonomi Indonesia seperti dinyakan McKinsey di atas.
Tentu saja, para gurulah yang bisa menjawab tantangan, menghasilkan para tenaga ahli tersebut. Kenapa para guru? Sebab kita bicara tahun 2030, bicara soal masa depan. Kita tidak dapat membayangkan bagaimana menyiapkan tenaga ahli untuk mengelola Indonesia di tahun 2030 tanpa guru. Di tangan para gurulah, mereka yang akan menjadi tenaga ahli itu memperoleh pendidikan dan pengajaran!
Siapakah mereka yang akan menjadi tenaga ahli di tahun 2030 itu? Mereka adalah penduduk Indonesia yang kini berusia antara 5 hingga 20 tahun dimana 99%-nya merupakan murid-murid SD hingga SMA. Tak tanggung-tanggung, jumlah mereka mencapai sekitar 100 juta orang. Sebab, data tahun 2010 menunjukkan bahwa struktur penduduk Indonesia terdiri dari dari yang berusia 0-9 tahun berjumlah sekitar 45 juta; 10-19 tahun sekitar 43 juta; dan 20-29 sekitar 41 juta.
Benar, ada sekitar 100 juta siswa-siswi yang siap dijadikan tenaga ahli guna mengelola Indonesia di tahun 2030. Andaikan kita bisa menghasilkan separuh saja dari jumlah itu, Indonesia akan memperoleh 50 juta tenaga ahli hingga bukan mustahil ramalan McKinsey itu bisa menjadi kenyataan. Dan di tangan para gurulah kini harapan itu tergenggam.
Betul, yang kita butuhkan memang tenaga ahli, bukan lulusan SMA apalagi SD. Akan tetapi masa-masa menjadi siswa mulai dari SD hingga SMA bukan saja tidak bisa dilompati begitu saja melainkan pula menjadi kontinum waktu yang sangat penting dalam membentuk karakter, pengembangan landasan pengetahuan, dan penyemaian keterampilan.
Bukankah kita ingat bahwa orang harus belajar membaca, menulis, dan menghitung serta belajar mengenali lingkungannya terlebih dahulu sebelum menjadi sarjana, wirausahawan dan tenaga terampil lainnya. Dan kepada para guru pertama-tama kita semua memempercayakan anak-anak kita.
Kualitas Guru
Betapa strategisnya peran guru dalam membentuk Indonesia yang lebih baik itu, utamanya dari perspektif pengembangan sumberdaya manusia. Meski bukan satu-satu faktor, sejarah membuktikan bahwa guru dalam arti yang seluas-luasnya menjadi unsur yang menentukan bagi keberhasilan sebuah bangsa. Konon, ketika Jepang luluh-lantak setelah dibom atom pada tahun 1945, pertanyaan yang meluncur dari Kaisar Hirohito bukanlah seperti apa dan berapa kerusakan yang terjadi melainkan berapa orang guru yang masih tersisa?
Lantas, berapa guru yang dimiliki Indonesia? Data tahun 2011/2012 menunjukkan jumlahnya diperkirakan 2,9 juta orang. Berdasarkan rasionya dengan murid adalah 1:18. Bandingkan dengan Korea, 1:30 dan Jerman, 1:20. Alhasil dari segi jumlah sesungguhnya sudah memadai, hanya saja harus diakui memang distribusinya tidak merata antara daerah perkotaan dan perdesaan.
Selain masalah distribusi yang disebabkan oleh penerapan otonomi daerah, persoalan kualitas guru juga banyak disoroti. Empat kompetensi: pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional belum sepenuhnya dikuasai secara merata oleh setiap guru kita. Karena itulah peningkatan kualitas guru merupakan hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi.
Pentingnya kualitas guru sering diilustrasikan dengan analogi seperti ini: jika ada seorang dokter yang malpraktek, maka akibatnya hanya mengenai pasien yang ditangani sang dokter dengan resiko tertinggi kematian sang pasien. Tetapi jika seorang guru salah mendidik, maka yang mati bukan hanya akal tetapi hati dan jiwa sang murid. Itupun masih berimbas pada anak keturunannya jika kelak sang murid menjalani kehidupan orang dewasa.
Yang dimaksud dengan peningkatan kualitas guru di sini hendaknya tidak hanya diartikan dengan uji kompetensi guru (UKG). Pada dasarnya setiap guru harus terus menerus menambah kompetensinya masing-masing dari waktu ke waktu. Sedang berlangsung atau tidak UKG, setiap guru sudah sepatutnya mengukur sendiri serta meningkatkan keempat kompetensi dimaksud. Dengan demikian kualitas pendidikan dan pengajaran terus bertambah tiada henti.
Jika peningkatan kualitas berkelanjutan ini terjadi niscaya bukan hanya para murid yang diuntungkan, melainkan pula para orang tua atau wali murid. Kalau para gurunya berkualitas terbaik, tentu mereka tak perlu menambah kegiatan putera-puteri mereka dengan beragam les yang bukan saja menghabiskan waktu sosial anak-anak akan tetapi juga menambah beban biaya dan perhatian bagi para orang tua. Lebih dari itu, guru dengan kualitas terbaik menjamin tercapainya harapan bangsa seperti diramalkan McKinsey (*)
1:55 PM | 0 comments | Read More

Fakta mengagumkan tentang ADZAN

Written By komentar on Wednesday, July 4, 2012 | 3:42 PM

Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.

Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

1 . Kalimat Penyeru Yang Mengandung "Kekuatan Supranatural"
Ketika azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.

2. Asal Mula Yang Menakjubkan:
Pada jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan kurang cocok.

Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.”
yang kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat.

3. Adzan Senantiasa Ada Saat Peristiwa2 Penting:
Adzan Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat. Selain itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya seorang Bayi, ketika Peristiwa besar .

Peristiwa besar yang dimaksud adalah
- Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan Diatas Ka'bah

- Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.

4. Adzan Sudah Miliyaran kali Dikumandangkan:
Sejak pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500 tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari . berarti 1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat islam saat ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milyar umat dengan 2 juta muadzin saja. Hasilnya =

534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 = 5.340.000.000.000

5. Adzan Ternyata Tidak Pernah Berhenti Berkumandang
Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.

Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.

Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.

Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.

Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.
3:42 PM | 0 comments | Read More

Bahasa Tubuh: Daftar Lengkap Bermacam Bahasa Tubuh dan Artinya

Written By komentar on Friday, June 29, 2012 | 4:47 PM

Bahasa tubuh Anda akan mengirimkan sinyal kepada pikiran bawah sadar lawan bicara. Lewat bahasa tubuh, tabir perasaan lawan bicara akan tersibak.
Kita bisa mempelajari bahasa tubuh lawan bicara. Purnawan E. Andoko dari Wellness World memberi rahasianya:
Bahasa Kepala
- Condong ke arah Anda: tertarik, setuju.
- Menjauh secara mendadak: curiga, tidak percaya.
- Topang dagu: bosan.
- Mengangguk: setuju.
- Banyak menoleh: tidak sabar, ingin menyudahi pembicaraan.
Bahasa Mata
- 60 persen menatap langsung: tertarik.
- 80 persen tatapan langsung: tertarik secara seksual.
- 100 persen tatapan langsung: perlawanan.
- Penghindaran tatapan: me¬nyem¬bunyikan sesuatu.
- Lensa mata membesar: sangat tertarik.
- Tatapan jatuh ke bawah dan melirik ke kiri/kanan: tertarik pada Anda.
- Lirik kanan/kiri langsung: bosan.
- Kedipan cepat: tidak setuju.
Bahasa Tangan
- Telapak terbuka ke atas: jujur terbuka.
- Telapak di saku atau tertutup: menyembunyikan sesuatu.
- Mengepal: tegang, tidak nyaman, marah.
- Menutup mulut/hidung: indikasi berbohong.
- Membentuk kerucut: percaya diri atau yakin.
- Tangan di atas meja: siap untuk setuju.
- Jari mengetuk-ngetuk: bosan atau ingin bicara.
Gerakan Lain
- Dada atau pinggul didekatkan: tertarik secara seksual.
- Kaki mengetuk lantai: ingin bicara atau bosan.
Nada atau Kecepatan Bicara
- Lambat dan nada akhir turun: yakin dan menguasai.
- Penekanan kata: otoritatif.
- Nada dan kecepatan meninggi: emosi, tegang, atau menyembunyikan sesuatu.
Bahasa Penolakan
- Kaki atau tangan bersilang.
- Melirik ke kiri/kanan, kepala menoleh ke kiri atau kanan.
- Tatapan langsung minimal.
- Mengetukkan jari atau kaki. Arah kaki tidak kepada Anda.
- Postur tubuh tertutup.
Bahasa Keterbukaan
- Tatapan langsung banyak dengan lensa mata membesar.
- Tangan menangkup membentuk menara.
- Arah kaki kepada Anda.
- Postur tubuh terbuka.
Bahasa Siap Menerima
- Kontak mata lebih 60 persen dan banyak senyum lepas.
- Tubuh atau kepala mencondong kepada Anda.
- Banyak anggukan dan wajah menghadap langsung ke Anda.
- Tangan terbuka di atas meja.
Bahasa Curiga
- Postur tubuh tertutup
- Tangan berada di saku atau posisi menyilang.
- Tatapan melalui sudut mata (lirikan) berulang kali.
- Arah kaki menyerong.
Bahasa Tidak Jujur
- Banyak menatap ke samping khususnya pada bagian kata atau kalimat bohong.
- Tangan sering menutup mulut atau hidung, atau meraba hidung atau telinga.
- Postur tidak nyaman.
4:47 PM | 0 comments | Read More

Terbukti Bahwa Kerja Kelompok dan Kebersamaan Dalam Selesaikan Masalah Membuat IQ Turun

Written By komentar on Saturday, March 3, 2012 | 4:51 PM


Bagi Anda yang sering mengerjakan tugas secara berkelompok, sebaiknya waspada karena lama-kelamaan bisa membuat Intelligence Quotient (IQ) menurun.

Pernyataan itu disampaikan Read Montague, ketua peneliti dari Virginia Polytechnic Institute and State University atau Virginia Tech.

“Anda biasanya sering bergurau ketika ketua kelompok menyampaikan tugas dan membuat otak Anda serasa ‘berhenti’ berjalan, tapi itulah kenyataannya,” kata Montague, seperti dikutip Dailymail, Rabu, 8 Februari 2012.

Kerja kelompok, menurut dia, tak hanya memakan waktu bekerja, namun juga membuat orang jadi tambah bodoh.

Dalam penelitian yang dilakukannya, ia menemukan beberapa orang yang bekerja di dalam grup tadi justru memiliki nilai yang rendah saat dites tingkat kecerdasannya.

Alasannya, kata Montague, ada beberapa anggota kelompok yang sangat antusias untuk melakukan pekerjaan dengan sangat bagus dan berusaha mentransfer kekuatan otak mereka kepada teman-temannya. Upaya itu juga dilakukan demi mempertahankan status sosial mereka di dalam kelompok.

Akibatnya, anggota kelompok yang pasif justru hanya mendapatkan limpahan pekerjaan tanpa ikut menyumbangkan gagasan atau malah tidak bekerja sama sekali.

Temuan ini diperoleh ketika Montague melakukan tes kecerdasan sosial. Dengan alat scanner Magnetic Resonance Imaging (MRI), ia mengamati respons otak dari sejumlah relawan penelitian.

Hasilnya, perempuan tampaknya terkena imbas paling signifikan. Dari 13 relawan, 10 di antaranya menunjukkan kinerja otak atau Intelligence Quotient yang semakin rendah setelah melakukan kerja kelompok.

Penyebab penurunan IQ ini, menurut peneliti Kenneth Kishida, lantaran mereka mengalami kecemasan dan emosi ketika bersosialisasi di dalam kelompok. “Mereka tertekan dalam sebuah kompetisi,” katanya.

Kishida mengatakan para peneliti belum mengamati lebih jauh berapa besar efek yang ditimbulkan dari kerja kelompok terhadap penurunan IQ.

4:51 PM | 0 comments | Read More